Login

Register

Login

Register

September 15, 2017

Guru di Jepang Merupakan “Korban Baru” bagi Kasus “Karoushi”

Jepang sering menerapkan “bekerja sampai mati”. Hal ini lebih sering dikenal dengan karoushi atau meninggal karena kelelahan bekerja.

Karoushi merupakan penyebab tidak langsung dari sebuah kematian di Jepang yang mempersulit pendataan penyebab kematian itu sendiri. Namun, bekerja lembur lebih dari 80 jam setiap bulannya dapat memicu serangan jantung, stroke, atau bunuh diri dianggap merupakan akibat dari bekerja terlalu lelah.

Karoushi biasa diasosiasikan dengan perusahaan milik perseroan dan eksploitasi karyawan atau sering disebut “black company,” namun diantara para pkerja keras yang bekerja melampaui jam lembur kerja “borderline karoshi” adalah guru sekolah umum.

Tidak mencakup keseluruhan dari mereka, namun angka yang cukup signifikan : hampir 60% guru sekolah menengah dan 30% guru sekolah dasar bekerja lebih dari 60 jam atau lebih setiap minggunya, menurut Kementrian Pendidikan.

Hal ini adalah perkembangan yang relatif baru, yang ditunjukkan dengan betapa cepatnya seorang guru menua dan pension, namun juga pihak sekolah kesulitan untuk mendapatkan pengganti. Saat ini, para guru  di Jepang bekerja lebih lama 4,5 jam dibanding dengan pekerjaan guru 10 tahun yang lalu, tidak termasuk pekerjaan yang dibawa pulang dan dikerjakan di rumah. Dan melalui sebuah pembicaraan, karoushi yang dialami para guru disebabkan oleh pekerjaan yang tidak kunjung selesai dan tidak ada hari libur.

Salah satu menyerah kepada pekerjaan (Juni 2011) adalah seorang guru sekolah menengah berusia 26 tahun di Osaka. Tahun tersebut adalah tahun keduanya di sekolah dan dia adalah seseorang yang sangat berdedikasi terhadap pekerjaannya. Atau mungkin terlalu banyak. Dia selalu datang lebih pagi untuk menyiapkan materi pengajarannya, dan setelah pulang sekolah, dia meluangkan banyak waktu untuk datang ke rumah dan melakukan kunjungan pada orang tua siswanya. Dia bekerja lembur lebih dari 70 jam setiap bulannya. Suatu hari, dia ditemukan tak sadarkan diri di apartemennya dan dideteksi sebagai karoushi tiga tahun setelah kematiannya.

Karoshi disebabkan beban kerja guru di jepang sangat besar

Guru sekolah umum seharusnya bekerja 38 jam dan 45 menit setiap minggunya. Namun “aku beruntung bisa pulang jam 8 malam” kata seorang guru berusia 40 tahun di Tokyo.

Perubahan sosial yang telah dijelaskan di atas menitikberatkan pada beban yang belum pernah terjadi sebelumnya di sekolah. Sekolah adalah satu dari tiga pendidik utama, dimana yang lainnya adalah keluarga dan masyarakat. Tapi waktu dan energi keluarga sekarang dibatasi oleh fakta bahwa kedua orang tua cenderung bekerja – dan dengan meningkatnya jumlah rumah tangga dengan orang tua tunggal.

 

Source : Japan Today

News , , ,
About Ai Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *